KITAB SUBULUSSALAM - SYARAH HADITS BULUGHULMAROM
Kitab Jenazah
493. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan yakni kematian." (HR. At-Tirmidzi, An-Nasaa'i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
[Hasan Shahih: At Tirmidzi 2307] ـــــــــــــــــــــــــــــ [سبل السلام] Tafsir Hadits Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim, Ibnu As-Sakan dan Ibnu Thahir. Ad-Daraquthni mengatakan bahwa hadits ini mursal. Dan dalam hadits yang sama dari Ibnu Umar dan Anas, tapi semuanya ada pembicaraan. Pengarang menukil dari As-Suhaili, "Sesungguhnya riwayat dengan kata 'haadzim' maknanya memutus. Sedangkan riwayat yang tidak memakai titik 'haadim' maka maknanya adalah yang menghilangkan sesuatu, dan makna ini bukan yang dimaksud di sini. Pengarang berkata, "Dalam penafian riwayat ini perlu diperhatikan." Aku berkata, "Sesungguhnya jika makna dengan 'dal’ yang tidak bertitik -haadim- adalah shahih, karena kematian menghilangkan kelezatan sebagaimana ia memutuskannya. Akan tetapi, yang dipegang adalah hadits riwayat ini." Hadits ini menunjukkan bahwa seyogyanya bagi manusia tidak melupakan mengingat nasehat yang terbesar yaitu kematian. Di dalam riwayat bagi Ad-Dailami dari Abu Hurairah, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ الْمَوْتِ فَمَا مِنْ عَبْدٍ أَكْثَرَ ذِكْرَهُ إلَّا أَحْيَا اللَّهُ قَلْبَهُ، وَهَوَّنَ عَلَيْهِ الْمَوْتَ» 'Perbanyaklah mengingat kematian, maka tidak ada seorang hamba yang mengingatnya kecuali Allah akan menghidupkan hatinya dan meringankan baginya kematian." [Maudhu’: Adh-Dhaifah 2880.] Di dalam lafazh bagi Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi di dalam Syu'ab Al-Iman «أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فَإِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ عَبْدٌ قَطُّ فِي ضِيقٍ إلَّا وَسَّعَهُ وَلَا فِي سَعَةٍ إلَّا ضَيَّقَهَا» "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, sesungguhnya jika seorang hamba tidak mengingatnya sedikit pun dalam kesempitan, kecuali ia akan meluaskannya dan tidaklah dalam kelapangan, kecuali ia menyempitkannya." [Dhaif: Dhaif Al Jami 1112] Dalam hadits Anas dalam riwayat Ibnu Laalin dalam Makarimil Akhlaaq, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ الْمَوْتِ فَإِنَّ ذَلِكَ تَمْحِيصٌ لِلذُّنُوبِ وَتَزْهِيدٌ فِي الدُّنْيَا» "Perbanyaklah mengingat kematian, karena yang demikian itu akan menghapus dosa-dosa dan menjadikan zuhud terhadap dunia." [Dhaif Jiddan: Adh-Dhaifah 2879. Ebook editor] Dan bagi Al-Bazzar, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فَإِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ أَحَدٌ فِي ضِيقٍ مِنْ الْعَيْشِ إلَّا وَسَّعَهُ عَلَيْهِ وَلَا فِي سَعَةٍ إلَّا ضَيَّقَهَا» "Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, sesungguhnya tidaklah seorang hamba mengingatnya dalam kesempitan hidup kecuali akan melapangkannya, dan tidak ia mengingatnya dalam keadaan lapang kecuali akan mempersempit kelezatan itu". Dan menurut riwayat Ibnu Abi Laila, «أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ يَمْحَقُ الذُّنُوبَ وَيُزْهِدُ فِي الدُّنْيَا فَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْغِنَى هَدَمَهُ، وَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْفَقْرِ أَرْضَاكُمْ بِعَيْشِكُمْ» "Perbanyaklah dari mengingat kematian, karena kematian akan menghapus dosa-dosa dan menjadikan zuhud terhadap dunia, jika kalian mengingatnya ketika kaya, maka ia akan menghancurkannya, dan jika kalian mengingatnya ketika dalam kefakiran maka kalian akan lebih ridha dengan kehidupan kalian." [Dhaif Jiddan: Dhaif Al Jami 1110]
493 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -:
«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ: الْمَوْتِ» رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ
[Hasan Shahih: At Tirmidzi 2307] ـــــــــــــــــــــــــــــ [سبل السلام] Tafsir Hadits Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim, Ibnu As-Sakan dan Ibnu Thahir. Ad-Daraquthni mengatakan bahwa hadits ini mursal. Dan dalam hadits yang sama dari Ibnu Umar dan Anas, tapi semuanya ada pembicaraan. Pengarang menukil dari As-Suhaili, "Sesungguhnya riwayat dengan kata 'haadzim' maknanya memutus. Sedangkan riwayat yang tidak memakai titik 'haadim' maka maknanya adalah yang menghilangkan sesuatu, dan makna ini bukan yang dimaksud di sini. Pengarang berkata, "Dalam penafian riwayat ini perlu diperhatikan." Aku berkata, "Sesungguhnya jika makna dengan 'dal’ yang tidak bertitik -haadim- adalah shahih, karena kematian menghilangkan kelezatan sebagaimana ia memutuskannya. Akan tetapi, yang dipegang adalah hadits riwayat ini." Hadits ini menunjukkan bahwa seyogyanya bagi manusia tidak melupakan mengingat nasehat yang terbesar yaitu kematian. Di dalam riwayat bagi Ad-Dailami dari Abu Hurairah, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ الْمَوْتِ فَمَا مِنْ عَبْدٍ أَكْثَرَ ذِكْرَهُ إلَّا أَحْيَا اللَّهُ قَلْبَهُ، وَهَوَّنَ عَلَيْهِ الْمَوْتَ» 'Perbanyaklah mengingat kematian, maka tidak ada seorang hamba yang mengingatnya kecuali Allah akan menghidupkan hatinya dan meringankan baginya kematian." [Maudhu’: Adh-Dhaifah 2880.] Di dalam lafazh bagi Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi di dalam Syu'ab Al-Iman «أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فَإِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ عَبْدٌ قَطُّ فِي ضِيقٍ إلَّا وَسَّعَهُ وَلَا فِي سَعَةٍ إلَّا ضَيَّقَهَا» "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, sesungguhnya jika seorang hamba tidak mengingatnya sedikit pun dalam kesempitan, kecuali ia akan meluaskannya dan tidaklah dalam kelapangan, kecuali ia menyempitkannya." [Dhaif: Dhaif Al Jami 1112] Dalam hadits Anas dalam riwayat Ibnu Laalin dalam Makarimil Akhlaaq, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ الْمَوْتِ فَإِنَّ ذَلِكَ تَمْحِيصٌ لِلذُّنُوبِ وَتَزْهِيدٌ فِي الدُّنْيَا» "Perbanyaklah mengingat kematian, karena yang demikian itu akan menghapus dosa-dosa dan menjadikan zuhud terhadap dunia." [Dhaif Jiddan: Adh-Dhaifah 2879. Ebook editor] Dan bagi Al-Bazzar, «أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فَإِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ أَحَدٌ فِي ضِيقٍ مِنْ الْعَيْشِ إلَّا وَسَّعَهُ عَلَيْهِ وَلَا فِي سَعَةٍ إلَّا ضَيَّقَهَا» "Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, sesungguhnya tidaklah seorang hamba mengingatnya dalam kesempitan hidup kecuali akan melapangkannya, dan tidak ia mengingatnya dalam keadaan lapang kecuali akan mempersempit kelezatan itu". Dan menurut riwayat Ibnu Abi Laila, «أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ يَمْحَقُ الذُّنُوبَ وَيُزْهِدُ فِي الدُّنْيَا فَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْغِنَى هَدَمَهُ، وَإِنْ ذَكَرْتُمُوهُ عِنْدَ الْفَقْرِ أَرْضَاكُمْ بِعَيْشِكُمْ» "Perbanyaklah dari mengingat kematian, karena kematian akan menghapus dosa-dosa dan menjadikan zuhud terhadap dunia, jika kalian mengingatnya ketika kaya, maka ia akan menghancurkannya, dan jika kalian mengingatnya ketika dalam kefakiran maka kalian akan lebih ridha dengan kehidupan kalian." [Dhaif Jiddan: Dhaif Al Jami 1110]